Renungan Kebaktian “Mengapa & Bagaimana Kita Bersyukur”

Namo Buddhaya, Welcome to Dharmayana!

Renungan Kebaktian “Mengapa & Bagaimana Kita Bersyukur”

“Mengapa & Bagaimana Kita Bersyukur”
oleh Randy Tunggeleng
.
Mengapa kita harus selalu bersyukur dalam menjalani kehidupan sehari-hari? Tentunya karena semua yang terjadi pada diri kita sudah merupakan yang terbaik untuk kita.
.
Sang Buddha bersabda : “Semua makhluk memiliki karmanya sendiri,
Mewarisi karmanya sendiri,
Lahir dari karmanya sendiri,
Berhubungan dengan karmanya sendiri,
Terlindung oleh karmanya sendiri,
Apapun karma yang diperbuatnya, baik atau buruk, itulah yang akan diwarisinya.”
Jadi, kondisi kita sekarang ini harus lah disyukuri karena sudah merupakan yang terbaik untuk kita dan juga merupakan karma kita sendiri.
.
Selain itu, mengapa kita harus bersyukur ?
Yang paling penting ialah karena:
.
* ) Terlahir sebagai manusia
Terlahir sebagai manusia adalah kondisi yang paling sulit, dapat diibaratkan seperti seekor kura-kura buta yang berada di Lautan luas yang hanya muncul ke permukaan laut setiap 100 tahun sekali. Dan di atas permukaan laut tersebut ada sebuah karet gelang yang terapung apung. Maka kemungkinan seseorang untuk terlahir sebagai manusia itu sama dengan kemungkinan kura-kura buta tersebut saat muncul ke permukaan dan kepalanya tepat masuk ke dalam karet gelang yang terapung-apung tersebut. Bayangkan betapa sulitnya hal itu terjadi.
.
* ) Masih hidup dan sehat.
.
* ) Dapat berjodoh dengan Buddha Dhamma
.
Lalu bagaimana cara bersyukur yang benar ?
Bersyukur bukan dengan cara berfoya-foya saat sedang berhasil. Bukan juga dengan sikap pasrah saat sedang susah, tetapi dengan berpikir positif dan merasa puas (mencari hikmah dan menerima kenyataan). Ada 4 kelebihan manusia yang janganlah disombongi yaitu :
a. Harta benda
b. Ilmu pengetahuan
c. Wajah yang rupawan
d. Tubuh yang indah / sempurna
Ke-4 kelebihan tersebut janganlah disombongi karena suatu saat nanti ke-4 hal tersebut dapat dicuri oleh alam semesta.