Sejarah Dharmayana

    cropped-cropped-Header-Web1.png

    Universitas Tarumanagara memiliki sebuah wadah organisasi kekeluargaan dan keagamaan bagi seluruh umat Buddha di dalam Universitas Tarumanagara, bernama Dharmayana Universitas Tarumanagara (Untar). Dharmayana Untar didirikan pada hari Jumat, 10 Mei 1984. Beberapa pendiri Dharmayana, yang merupakan panitia perumus anggaran dasar dan anggaran rumah tangga Dharmayana antara lain Bangunwasono Sundjaja, Lie Komalasary Sulistyowati Winata, Wirjadi Kuswanto, Budiman Nanang, Gunawan Tanzil, Tan Yung Hui, Yanty Zulkarnaen, dan Iman Santoso. Bangunwasono Sundjaja kemudian menjabat sebagai Ketua Umum pertama Dharmayana Untar. 

     Dharmayana Untar bukanlah sebuah wadah kegiatan politik karena berasaskan pada kekeluargaan dan keagamaan serta bernaung dan teguh dalam pengalaman Buddha Dharma, tidak bernaung pada suatu aliran atau sekte manapun, bukan pula merupakan sekte baru. 

     Nama Dharmayana berasal dari kata Dharma yang berarti Kebenaran (Kesunyataan) dan kata Yana yang berarti Kendaraan/Kereta. Dengan begitu, Dharmayana mengandung makna sebagai kendaraan untuk membawa umat Buddha pada kebenaran

     Berbicara tentang keanggotaan Dharmayana Untar, sifatnya bukanlah semata sebagai keanggotaan organisasi tetapi lebih bersifat pada keanggotaan pelayanan yang terdiri dari 3 macam keanggotaan yaitu, anggota kehormatan, anggota pengurus dan anggota biasa. Dharmayana Untar membuka pintunya lebar-lebar bagi segenap unsur civitas akademika Untar yang beragama Buddha mulai dari karyawan edukatif dan non edukatif, mahasiswa, alumni sampai para anggota yayasan Tarumanagara, untuk menjadi bagian dari anggota pengurus dan anggota biasa Dharmayana Untar. Dalam keanggotaan Dharmayana Untar tentunya terdapat beberapa syarat serta hak dan kewajiban yang diatur dalam Anggaran Rumah Tangga Dharmayana Untar, yang dimaksudkan untuk menjaga dan menjalin hubungan kekeluargaan dan keagamaan yang baik dalam Dharmayana Untar itu sendiri.